BOILER
|
1. Pengolahan Air Untuk Boiler
Air yang digunakan untuk pengisian ketel/boiler di Power Plant
(PLTU/Pembangkit) dan PKS (Pabrik Kelapa Sawit) harus memenuhi standar yang
dibutuhkan, yaitu air yang bebes dari kontaminan – kontaminan yang dapat
menimbulkan masalah korosi maupun deposit pada boiler dan turbin.
Siklus Air
Air murni dengan rumusan H2O mempunyai sifat sebagai pelarut zat – zat yang sangat baik, sehingga dalam keadaan bebes dialam, jarang dapat air murn. Selain itu ketidakmurnian dari air disebabkan siklus air atau siklus hidrologi . Ilustrasi hidrologi dapat dilihat seperti pada gambar dibawa ini :
Air murni dengan rumusan H2O mempunyai sifat sebagai pelarut zat – zat yang sangat baik, sehingga dalam keadaan bebes dialam, jarang dapat air murn. Selain itu ketidakmurnian dari air disebabkan siklus air atau siklus hidrologi . Ilustrasi hidrologi dapat dilihat seperti pada gambar dibawa ini :
![]() |
| Gambar Siklus Hidrologi |
Ketidak murnian air disebabkan oleh adanya kontaminan (pengotor) yang ada dalam air tersebut. Kontaminan air terdiri dari kandungan zat padat, zat cair dan gas.
A. Kandungan
Padat
Air yang meresap ke dalam tanah akan melarutkan
sebagian dari batu – batuan dan tanah serta garam – garam mineral yang ada
dalam tanah. Diantara garam – garam mineral yang larut dalam air adalah :
1. Natrium Klorida ( NaCl )
2. Kalsium Bikarbonat ( Ca ( HCO3 ) 2 )
3. Kalsium Klorida ( CaCl2 )
4. Magnesium Bikarbonat ( Mg( HCO3 ) 2 )
5. Magnesium Sulfat ( MgSO4 )
6. Sedangkan yang tidak larut berupa suspensi,
seperti tanah liat, silika dan lain – lain.
B. Kandungan Air
B. Kandungan Air
Kerapkali air tercemar oleh minyak yang tertumpah atau dari
kebocoran tangki minya
atau dari tangki kapal
atau dari tangki kapal
C. Kandungan Gas
Pada waktu air jatuh sebagai hujan, gas yang ada diudara ikut
terlarut didalamnya. Gas -
gas tersebut terutama adalah oksigen ( O2 ), karbon dioksida ( CO2 ), belerang dioksida
(SO2 ) dan lain – lain. Gas – gas yang melarut ini dapat menyebabkan air bersifat korosif
karena terbentuk asam.
gas tersebut terutama adalah oksigen ( O2 ), karbon dioksida ( CO2 ), belerang dioksida
(SO2 ) dan lain – lain. Gas – gas yang melarut ini dapat menyebabkan air bersifat korosif
karena terbentuk asam.
